
Penulis: RZP
ISBN: (dalam proses penganjuan)
Halaman: 189 hlm
Berat: 180gr
Ukuran: 14,8 x 21 cm
Sinopsis
Tahun 2058, Kaka tidak lagi mengukur perubahan dari kemarahan netizen. Ia mengukurnya dari hal-hal yang dulu terasa mustahil lalu perlahan menjadi biasa: permintaan kerja sama dari sebuah kota di Skandinavia, kabar koperasi Bali yang produk sambalnya laku di Hamburg, dan layar kementerian yang tidak sekadar memetakan masalah, melainkan memperlihatkan jalur manfaat yang sungguh berjalan. Pagi itu, gedung Kementerian Inovasi Republik Indonesia terasa damai. Matahari masuk dari sisi timur, jatuh di lantai marmer yang sudah agak kusam, lantai yang sengaja tidak diganti, agar pegawai baru ingat: gedung ini bukan istana, ini bengkel.
Di lobi, seorang ibu dari Halmahera memegang map plastik berisi label kemasan ikan asar. Di sudut lain, dua mahasiswa Nusa Tenggara mencatat sesuatu di buku tulis, mereka baru saja menandatangani kontrak ekspor kopi pertamanya. Beberapa delegasi asing berdiri agak canggung. Dulu mereka datang ke negeri ini untuk memberi nasihat. Sekarang mereka datang untuk belajar apa yang selama ini mereka dengar dari forum global. Republik terasa sibuk, tetapi bukan oleh kemarahan.
Kaka masuk ke ruang kerja dengan perasaan yang berbeda dari tahun-tahun awal. Di layar utama, peta Indonesia masih bernapas dengan warna hijau, kuning, dan beberapa titik yang terus diawasi. Di luar batas Indonesia, titik-titik kecil ikut menyala: satu di Lisbon Portugal, dua di Afrika Selatan, beberapa di Timur Tengah. Bukan koloni. Bukan ekspansi. Hanya orang-orang Indonesia yang dulu pergi karena dipaksa keadaan, kini bekerja untuk negeri yang sempat mereka tinggalkan tanpa harus kembali secara fisik. Yang membuatnya tersenyum bukan luasnya peta itu, melainkan kenyataan bahwa semuanya tumbuh dari sesuatu yang dulu sering diremehkan untuk negeri sendiri: kebiasaan mendengar, menata, menjelaskan, lalu bekerja sampai manfaatnya benar-benar sampai.
IDR: 59.900

